Minggu, 05 Januari 2014

Contoh kasus Whistle Blowing

Whistle Blowing adalah salah satu kasus dalam Etika dalam akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.

Whistle Blowing adalah tindakan yang dilalukan oleh seseorang atau beberapa orang karyawan untuk membocorkan kecurangan entah yang dilakukan oleh perusahaan atau atasannya kepada pihak lain. Pihak yang dilapori itu bisa saja atasan yang lebih tinggi atau masyarakat luas. Contoh Whistle Blowing adalah tindakan seorang karyawan yang melaporkan penyimpangan keuangan perusahaan. Penyimpangan ini dilaporkan kepada pihak direksi atau komisaris. Contoh lain adalah tindakan karyawan membocorkan tindakan perusahaan yang membuang susu dalam jumlah besar demi mempertahankan stabilitas harga susu. Atau kecurangan perusahaan yang membuang limbah industri ke sungai. Atau pula, manipulasi perusahaan dibagian produksi yang mengurangi atau menaikan kadar unsur kimia tertentu dari standar normal dengan maksud untuk mengurangi biaya produksi atau membuat konsumen ketagihan dan pada akhirnya mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaan. Demikian pula laporan mengenai manipulasi atau neraca perusahaan hanya untuk bisa go public. Laporan mengenai kecurangan-kecurangan ini bukan pembocoran rahasia.

Whistle Blowing Internal
Whistle Blowing Internal terjadiketika seseorang atau beberapa orang karyawan tahu mengenai kecurangan yang dilakukan oleh karyawan lain atau kepala bagiannya kemudian melaporkan kecurangan itu kepada pimpinan perusahaan yang lebih tinggi. Motivasi utama dari whistle blowing adalah motivasi moral demi mencegah kerugian bagi perusahaan tersebut.

Whistle Blowing Eksternal
Whistle blowing eksternal menyangkut kasusu dimana seorang pekerja mengetahui kecurangan yang dilakukan perusahaannya lalu membocorkan kepada masyarakat karena dia tahu bahwa kecurangan itu akan merugikan masyarakat. Contohnya manipulasi kadar bahan mentah dalam formula suatu produk. Motivasi utamanya adlah mencegah kerugian bagi masyarakat atau konsumen.

Sumber :

Etika dalam akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen

Tanggung jawab akuntan keuangan dan akuntan manajemen

Keduanya memiliki saya depan yang sama, yaitu akuntan artinya orang yang memiliki tanggung jawab terhadap apa yang sudah mereka lakukan dalam bidang masing-masing (keuangan dan manajemen). kuntansi keuangan adalah bagian dari akuntansi yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pihak luar sedangkan Akuntansi manajemen adalah disiplin ilmu yang berkenaan dengan penggunaan informasi akuntansi oleh para manajemen dan pihak-pihak internal lainnya untuk keperluan penghitungan biaya produk, perencanaan, pengendalian dan evaluasi, serta pengambilan keputusan. 

Competence confidertiliability, integrity dan objectivity of manajement acc

Auditor harus menjaga kemampuan dan pengetahuan profesional mereka pada tingkatan yang cukup tinggi dan tekun dalam mengaplikasikannya ketika memberikan jasanya, diantaranya menjaga tingkat kompetensi profesional, melaksanakan tugas profesional yang sesuai dengan hukum dan menyediakan laporan yang lengkap dan transparan

Whistle Blowing
Whistle blowing merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang karyawan untuk membocorkan kecurangan baik yang dilakukan oleh perusahaan atau atasannya kepada pihak lain. Pihak yang dilaporkan ini bisa saja atasan yang lebih tinggi ataupun masyarakat luas. Rahasia perusahaan adalah sesuatu yang konfidensial dan memang harus dirahasiakan, dan pada umumnya tidak menyangkut efek yang merugikan bagi pihak lain, entah itu masyarakat atau perusahaan lain. Whistle blowing menyangkut kecurangan tertentu yang merugikan perusahaan sendiri maupun pihak lain, apabila dibongkar atau disebarluaskanakan merugikan perusahaan, paling minimal merusak nama baik perusahaan tersebut.
Creative Acc
Istilah creative menggambarkan suatu kemampuan berfikir dan menciptakan ide yang berbeda daripada yang biasa dilakukan, juga dapat dikatakan mampu berfikir diluar kotak (out-of-the box). Jaman sekarang diprofesi apapun kita berada senantiasa dituntut untuk selalucreative. Namun pada saat kita mendengar istilah ‘creative accounting’, seperti sesuatu hal yang kurang ‘etis’. Beberapa pihak menafsirkan negative, dan berpandangan skeptis serta tidak menyetujui, namun beberapa melihat dengan pandangan netral tanpa memihak.

Menurut Susiawan (2003) creative accounting adalah aktifitas badan usaha untuk memanfaatkan teknik dan kebijakan akuntansi guna mendapatkan hasil yang diinginkan, seperti penyajian nilai laba atau asset yang lebih tinggi atau lebih rendah tergantung motivasi mereka melakukannya. Menurut Myddelton (2009), akuntan yang dianggap kreatif adalah akuntan yang dapat menginterpretasikan grey area standar akuntansi untuk mendapatkan manfaat atau keuntungan dari interpretasi tersebut.

Akuntansi dengan standar yang berlaku, adalah alat yang digunakan manajemen (dengan bantuan akuntan) untuk menyajikan laporan keuangan. Praktek akuntansi tentunya tidak terlepas dari kebijakan manajemen dalam memilih metode yang sesuai dan diperbolehkan. Kebijakan dan metode yang dipilih dipengaruhi oleh kemampuan interpretasi standar akuntansi, dan kepentingan manajemen sendiri. Standar akuntansi mengharuskan adanya pengungkapan (dislosure) atas praktek dan kebijakan akuntansi yang dipilih, dan diterapkan. Dalam proses penyajian laporan keuangan, potensial sekali terjadinya ‘asimetri informasi’ atau aliran informasi yang tidak seimbang antara penyaji (manajemen) dan penerima informasi (investor dan kreditor). Dalam hal ini yang memiliki informasi lebih banyak (manajemen) “diduga” potensial memanfaatkannya informasi yang dimiliki untuk mengambil keuntungan maksimal.

Pelaku “creative accounting” sering juga dipandang sebagai opportunis. Dalam teori keagenan (agency theory) dijelaskan, adanya kontrak antara pemegang saham (principal) dengan manajer sebagai pengelola perusahaan (agent), dimana manajer bertanggung jawab memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham, namun disisi lain manajer juga mempunyai kepentingan pribadi mengoptimalkan kesejahteraan mereka sendiri melalui tercapainya bonus yang dijanjikan pemegang saham. Beberapa studi empiris tentang prilaku yang memotivasi individu atau badan usaha melakukan ‘creative accounting’ adalah: Motivasi bonus, motivasi hutang, motivasi pajak, motivasi penjualan saham, motivasi pergantian direksi serta motivasi politis.

Berdasarkan hal tersebut maka muncullah pertanyaan: Apakah “creative accounting” atau “earning management” legal dan etis? Menurut Velasques (2002) salah satu karakteristik utama standar moral untuk menentukan etis atau tidaknya suatu perbuatan adalah perbuatan tersebut tidak merugikan orang lain. Cara pandang seseorang dan pengalaman hidup seseoranglah yang akan berpengaruh terhadap etis tidaknya suatu perbuatan. Sehingga acuan terbaik dari “creative accounting” atau “earning management” adalah Standar moral dan etika. Namun bagaimana menilai prilaku manajemen dalam pelaporan keuangan? Pengungkapan atau discolusre yang memadai adalah sebuah media yang diharuskan standar akuntansi, agar manajemen dapat menjelaskan kebijakan dan praktek akuntansi yang dipilih.

Dua jenis pengungkapan yang dapat diberikan dalam laporan keuangan yaitu:
a. Mandatory disclosure (pengungkapan wajib)
b. Voluntary discolure (pengungkapan sukarela)
Tentunya jika manajemen dapat menggunakan media disclosure ini dalam menjelaskan kebijakan dan praktek akuntansi yang dilakukan sehingga para pengguna paham dan dapat menilai motivasi dibelakangnya, dan tidak merasa dirugikan, sehingga kebijakan tersebut dapat dikatakan legal dan etis

sumber :
www.wikipedia.com

www.sutrisno-amsir.blogspot.com


www.angelaputri43-hiiiii.blogspot.com

www.fraudpenipuan.blogspot.com/

Isu etika significant dalam dunia bisnis dan profesi

ETIKA BISNIS DAN PROFESI, ADA YANG DISEBUT DENGAN BENTURAN KEPENTINGAN. APAKAH YANG DIMAKSUD BENTURAN KEPENTINGAN ITU ? BENTURAN KEPENTINGAN ADALAH PERBEDAAN ANTARA KEPENTINGAN EKONOMIS PERUSAHAAN DENGAN KEPENTINGAN EKONOMIS PRIBADI DIREKTUR, KOMISARIS ATAU PEMEGANG SAHAM UTAMA DI SUATU PERUSAHAAN. BENTURAN KEPENTINGAN INI DAPAT DIKATEGORIKAN MENJADI 8 JENIS SITUASI SEBAGAI BERIKUT.1. SEGALA KONSULTASI ATAU HUBUNGAN LAIN YANG SIGNIFIKAN ATAU BERKEINGINAN MENGAMBIL ANDIL DI DALAM AKTIVITAS PEMASOK, PELANGGAN ATAU PESAING ( COMPETITOR ).2. SEGALA KEPENTINGAN PRIBADI YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPENTINGAN PERUSAHAAN.3. SEGALA HUBUNGAN BISNIS ATAS NAMA PERUSAHAAN DENGAN PERSONAL YANG MASIH ADA HUBUNGAN KELUARGA ( FAMILY ) DENGAN PERUSAHAAN YANG DIKONTROL OLEH PERSONAL TERSEBUT.4. SEGALA POSISI DIMANA KARYAWAN DAN PIMPINAN PERUSAHAAN MEMPUNYAI PENGARUH ( CONTROL ) TERHADAP EVALUASI HASIL PEKERJAAN ATAU KOMPENSASI DARI PERSONAL YANG MASIH ADA HUBUNGAN KELUARGA.5. SEGALA PENGGUNAAN PRIBADI MAUPUN BERBAGAI INFORMASI RAHASIA PERUSAHAAN DEMI SUATU KEPENTINGAN PRIBADI, SEPERTI ANJURAN UNTUK MEMBELI ATAU MENJUAL BARANG ATAU PRODUK MILIK PERUSAHAAN YANG DIDASARKAN ATAS INFORMASI RAHASIA TERSEBUT.6. SEGALA PENJUALAN ATAU PEMBELIAN PERUSAHAAN YANG MENGUNTUNGKAN PRIBADI.7.  SEGALA PENERIMAAN DARI KEUNTUNGAN SESEORANG ATAU ORGANISASI ATAU PIHAK KETIGA YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERUSAHAAN.

8. SEGALA AKTIVITAS YANG BERKAITAN DENGAN INSIDER TRADING ATAS PERUSAHAAN YANG TELAH GO PUBLIC YANG MERUGIKAN PIHAK LAIN.            APABILA SITUASI YANG TELAH DISEBUTKAN TERJADI ATAU APABILA INDIVIDU TIDAK YAKIN APAKAH SUATU SITUASI YANG SEDANG TERJADI MERUPAKAN BENTURAN KEPENTINGAN, MAKA HARUS SEGERA DILAPORKAN HAL – HAL YANG TERKAIT DENGAN SITUASI TERSEBUT KEPADA PETUGAS KEPATUHAN PERUSAHAAN. APABILA MANAJEMEN SENIOR PERUSAHAAN MENETAPKAN BAHWA SITUASI TERSEBUT MENIMBULKAN KEPENTINGAN, MAKA MEREKA HARUS SEGERA MELAPORKAN BENTURAN KEPENTINGAN INI KEPADA KOMITE PEMERIKSA. BERIKUT INI MERUPAKAN BEBERAPA UPAYA SUATU PERUSAHAAN ATAU ORGANISASI DALAM MENGHINDARI BENTURAN KEPENTINGAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT.A. MENGHINDARI DIRI DARI TINDAKAN DAN SITUASI YANG DAPAT MENIMBULKAN BENTURAN KEPENTINGAN PRIBADI DENGAN PERUSAHAAN.
B. MENGUSAHAKAN LAHAN PRIBADI UNTUK DIGUNAKAN SEBAGAI KEBUN PERUSAHAAN YANG DAPAT MENIMBULKAN POTENSI PENYIMPANGAN KEGIATAN PEMUPUKAN.
C. MENYEWAKAN PROPERTI PRIBADI KEPADA PERUSAHAAN YANG DAPAT MENIMBULKAN POTENSI PENYIMPANGAN KEGIATAN PEMELIHARAAN.D. MENGUNGKAPKAN DAN MELAPORKAN SETIAP KEPENTINGAN DI LUAR PEKERJAAN PERUSAHAAN.E. MEMILIKI BISNIS PRIBADI YANG SAMA DENGAN PERUSAHAAN.
F. MENGHORMATI HAK SETIAP INSANE PERUSAHAAN UNTUK MEMILIKI KEGIATAN DI LUAR JAM KERJA, DI LUAR PEKERJAAN DARI PERUSAHAAN DAN YANG BEBAS DARI BENTURAN KEPENTINGAN.G. TIDAK AKAN MEMEGANG JABATAN DALAM SUATU LEMAGA ATAU INSTITUSI LAIN DI LUAR PERUSAHAAN DALAM BENTUK APAPUN, KECUALI TELAH MENDAPAT PERSETUJUAN TERTULIS DARI YANG BERWENANG.H. MENGHINDARI DIRI DARI MEMILIKI KEPENTINGAN KEUANGAN MAUPUN NON KEUANGAN PADA SUATU PERUSAHAAN ATAU ORGANISASI PESAING DENGAN CARA.·      MENGHINDARI SITUASI ATAU PERILAKU YANG DAPAT MENIMBULKAN KESAN, SPEKULASI ATAU KECURIGAAN ADANYA BENTURAN KEPENTINGAN.
·      MENGUNGKAPKAN ATAU MELAPORKAN SETIAP KEMUNGKINAN BENTURAN KEPENTINGAN PADA SUATU KONTRAK YANG TELAH DISETUJUI MAUPUN YANG BELUM DISETUJUI.
·      TIDAK AKAN MENGINVESTASIKAN DANA ATAU MELAKUKAN IKATAN BISNIS PADA INDIVIDU ATAU PIHAK LAIN YANG MEMPUNYAI KETERKAITAN BISNIS SECARA LANGSUNG ,AUPUN TIDAK LANGSUNG.
ETIKA DALAM TEMPAT KERJADI DALAM TEMPAT KERJA PUN BANYAK HAL YANG PERLU DIJAGA, YAITU DALAM ETIKA. DUNIA KERJA MEMANG MENYIMPAN BANYAK SISI, SECARA POSITIF ORANG MEMANG MENARUH HARAPAN DARI DUNIA KERJA YAITU UNTUK MEMENUHI KEPERLUAN HIDUPNYA. NAMUN TUNTUTAN PEKERJAAN PUN BILA TIDAK DIHADAPI DENGAN BAIK DAPAT MEMBAWA TEKANAN BAGI PEKERJA SENDIRI. MENYIKAPI HAL TERSEBUT MUNGKIN ADA HUBUNGANNYA DENGAN FENOMENA MARAKNYA KEGIATAN EKSEKUTIF BISNIS MENDALAMI NILAI-NILAI AGAMA. MEREKA MENGIKUTI AKTIVITAS KEAGAMAAN SEPERTI TASAWUF, KEBAKTIAN BERSAMA DAN LAINNYA UNTUK MENGKAJI DAN MENGAPLIKASIKAN NILAI-NILAI LUHURYANG SELAMA INI KERAP HILANG DARI DUNIA KERJA. KEMEROSOTAN NILAI DALAM DUNIA KERJA JUGA DIAKUI OLEH AHLI FILSAFAT FRANZ MAGNIS SUSENO, BAHWA ETIKA DALAM TEMPAT KERJA MULAI TERGESER OLEH KEPENTINGAN PENCAPAIAN KEUNTUNGAN SECEPAT-CEPATNYA. EIKA SUDAH TIDAK ADA LAGI DAN KEGIATANEKONOMI HANYA DIMAKNAKAN SEBAGAI USAHA MENCARI UANG DENGAN CEPAT. AKIBATNYA, PERUSAHAAN MEMBERLAKUKAN KARYAWAN DENGAN BURUK DAN TIDAK MENGHORMATI SETIAP PRIBADI.ETIKA DALAM PROFESIONALISME BISNIS. ADA DUA HAL YANG TERKANDUNG DALAM ETIKA BISNIS YAITU KEPERCAYAAN DAN TANGGUNG JAWAB. KEPERCAYAAN DITERJEMAHKAN KEPADA BAGAIMANA MENGEMBALIKAN KEJUJURAN DALAM DUNIA KERJA DAN MENOLAK STIGMA LAMA BAHWA KEPINTARAN BERBISNIS DIUKUR DARI KELIHAIAN MEMPERDAYASAINGAN. SEDANGKAN TANGGUNG JAWAB DIARAHKAN ATAS MUTU OUTPUT SEHINGGA INSAN BISNIS JANGAN PUAS HANYA TERHADAP KUALITAS KERJA YANG ASAL-ASALAN.DALAM PANDANGAN RASIONAL TENTANG PERUSAHAAN, KEWAJIBAN MORAL UTAMA PEGAWAI ADALAH UNTUK BEKERJA MENCAPAI TUJUAN PERUSAHAAN DAN MENGHINDARI KEGIATAN-KEGIATANYANG MUNGKIN MENGANCAM TUJUAN TERSEBUT. JADI, BERSIKAP TIDAK ETIS BERARTI MENYIMPANG DARI TUJUAN-TUJUAN TERSEBUT DAN BERUSAHA MERAIH KEPENTINGAN SENDIRI DALAM CARA-CARA YANG JIKA MELANGGAR HUKUM DAPAT DINYATAKAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK “KEJAHATAN KERAH PUTIH”. ADAPUN BEBERAPA PRAKTIK DI DALAM SUATU PEKERJAAN YANG DILANDASI DENGAN ETIKA DENGAN BERINTERAKSI DI DALAM SUATU PERUSAHAAN, MISALNYA:1. ETIKA TERHADAP SAINGANKADANG-KADANG ADA PRODUSEN BERBUAT KURANG ETIS TERHADAP SAINGAN DENGAN MENYEBARKAN RUMOR, BAHWA PRODUK SAINGAN KURANG BERMUTU ATAU JUGA TERJADI PRODUK SAINGAN DIRUSAK DAN DIJUAL KEMBALI KE PASAR, SEHINGGA MENIMBULKAN CITRA NEGATIFDARI PIHAK KONSUMEN. 2. ETIKA HUBUNGAN DENGAN KARYAWANDI DALAM PERUSAHAAN ADA ATURAN-ATURAN DAN BATAS-BATAS ETIKA YANG MENGATUR HUBUNGAN ATASAN DAN BAWAHAN, ATASAN HARUS RAMAH DAN MENGHORMATI HAK-HAK BAWAHAN, KARYAWAN DIBERI KESEMPATAN NAIK PANGKAT, DAN MEMPEROLEH PENGHARGAAN.3. ETIKA DALAM HUBUNGAN DENGAN PUBLIKHUBUNGAN DENGAN PUBLIK HARUS DUJAGA SEBAIK MUNGKIN, AGAR SELALU TERPELIHARA HUBUNGAN HARMONIS. HUBUNGAN DENGAN PUBLIC INI MENYANGKUT PEMELIHARAAN EKOLOGI, LINGKUNGAN HIDUP. HAL INI MELIPUTI KONSERVASI ALAM, DAUR ULANG DAN POLUSI. MENJAGA KELESTARIAN ALAM, RECYCLING (DAUR ULANG) PRODUK ADALAH UASHA-USAHA YANG DAPAT DILAKUKAN PERUSAHAAN DALAM RANGKA MENCEGAH POLUSI, DAN MENGHEMAT.
AKTIVITAS BISNIS INTERNASIONAL (MASALAH BUDAYA)BAGAIMANA CARA DAN PERILAKU MANUSIA MELAKUKAN SESUATU SERTA BAGAIMANA SUATU KELOMPOK INDIVIDU MEMBENTUK KEBIASAAN. KEPEMIMPINAN BERPERAN SEBAGAI MOTOR YANG HARUS MAMPU MENCETUSKAN DAN MENULARKAN KEBIASAAAN PRODUKTIF DI LINGKUNGAN ORGANISASI. MAKA DENGAN DEMIKIAN, MASALAH BUDAYA PERUSAHAAN BUKANLAH HANYA APA YANG AKAN DIKERJAKAN SEKOLOMPOK INDIVIDU MELAINKAN JUGA BAGAIMANA CARA DAN TINGKAH LAKU MEREKA PADA SAAT MENGERJAKAN PEKERJAAN TERSEBUT.SEORANG PEMIMPIN MEMILIKI PERANAN PENTING DALAM MEMBENTUK BUDAYA PERUSAHAAN. HAL ITU BUKANLAH SESUATU YANG KABUR DAN HAMBAR, MELAINKAN SEBUAH GAMBARAN JELAS DAN KONKRIT. JADI, BUDAYA ITU ADALAH TINGKAH LAKU, YAITU CARA INDIVIDU BERTINGKAH LAKU DALAM MEREKA MELAKUKAN SESUATU.
AKUNTABILITAS SOSIALTUJUAN AKUNTANBILITAS SOSIAL, ANTARA LAIN UNTUK MENGUKUR DAN MENGUNGKAPKAN DENGAN TEPAT SELURUH BIAYA DAN MANFAAT BAGI MASYARAKAT YANG DITIMBULKAN OLEH AKTIFITAS-AKTIFITAS YANG BERKAITAN DENGAN PRODUKSI SUATU PERUSAHAANUNTUK MENGUKUR DAN MELAPORKAN PENGARUH KEGIATAN PERUSAHAAN TERHADAP LINGKUNGANNYA, MENCAKUP : FINANCIAL DAN MANAGERIAL SOCIAL ACCOUNTING, SOCIAL AUDITING.UNTUK MENGINTERNALISIR BIAYA SOSIAL DAN MANFAAT SOSIAL AGAR DAPAT MENENTUKAN SUATU HASIL YANG LEBIH RELEVAN DAN SEMPURNA YANG MERUPAKAN KEUNTUNGAN SOSIAL SUATU PERUSAHAAN.
MANAGEMEN KRITISMANAJEMEN KRISIS ADALAH RESPON PERTAMA PERUSAHAAN TERHADAP SEBUAH KEJADIAN YANG DAPAT MERUBAH JALANNYA OPERASI BISNIS YANG TELAH BERJALAN NORMAL. ARTINYA TERJADI GANGGUAN PADA PROSES BISNIS ‘NORMAL’ YANG MENYEBABKAN PERUSAHAAN MENGALAMI KESULITAN UNTUK MENGOPTIMALKAN FUNGSI-FUNGSI YANG ADA, DAN DENGAN DEMIKIAN DAPAT DIKATEGORIKAN SEBAGAI KRISIS.KEJADIAN BURUK DAN KRISIS YANG MELANDA DUNIA BISNIS DAPAT MENGAMBIL BERAGAM BENTUK. MULAI DARI BENCANA ALAM SEPERTI TSUNAMI, MUSIBAH TEKNOLOGI (KEBAKARAN, KEBOCORAN ZAT-ZAT BERBAHAYA) SAMPAI KEPADA KARYAWAN YANG MOGOK KERJA. SEGALA KEJADIAN BURUK DAN KRISIS, BERPOTENSI MENGHENTIKAN PROSES NORMAL BISNIS YANG TELAH DAN SEDANG BERJALAN, MEMBUTUHKAN PENANGANAN YANG SEGERA (IMMEDIATE) DARI PIHAK MANAJEMEN. PENANGANAN YANG SEGERA INI KITA KENAL SEBAGAI MANAJEMEN KRISIS (CRISIS MANAGEMENT).SAAT INI, MANAJEMEN KRISIS DINOBATKAN SEBAGAI NEW CORPORATE DISCIPLINE. MANAJEMEN KRISIS ADALAH RESPON PERTAMA PERUSAHAAN TERHADAP SEBUAH KEJADIAN YANG DAPAT MERUBAH JALANNYA OPERASI BISNIS YANG TELAH BERJALAN NORMAL. PENDEKATAN YANG DIKELOLA DENGAN BAIK SEBAGAI RESPON TERHADAP KEJADIAN ITU TERBUKTI SECARA SIGNIFIKAN SANGAT MEMBANTU MEYAKINKAN PARA PEKERJA, PELANGGAN, MITRA, INVESTOR, DAN MASYARAKAT LUAS AKAN KEMAMPUAN ORGANISASI MELEWATI MASA KRISIS.ASPEK DALAM PENYUSUNAN RENCANA BISNISSETIDAKNYA TERDAPAT ENAM ASPEK YANG MESTI KITA PERHATIKAN JIKA KITA INGIN MENYUSUN RENCANA BISNIS YANG LENGKAP. YAITU TINDAKAN UNTUK MENGHADAPI :1. SITUASI DARURAT (EMERGENCY RESPONSE),2. SKENARIO UNTUK PEMULIHAN DARI BENCANA (DISASTER RECOVERY),3. SKENARIO UNTUK PEMULIHAN BISNIS (BUSINESS RECOVERY),4. STRATEGI UNTUK MEMULAI BISNIS KEMBALI (BUSINESS RESUMPTION),5. MENYUSUN RENCANA-RENCANA KEMUNGKINAN (CONTINGENCY PLANNING), DAN6. MANAJEMEN KRISIS (CRISIS MANAGEMENT).PENANGANAN KRISISPADA HAKEKATNYA DALAM SETIAP PENANGANAN KRISIS, PERUSAHAAN PERLU MEMBENTUK TIM KHUSUS. TUGAS UTAMA TIM MANAJEMEN KRISIS INI TERUTAMA ADALAH MENDUKUNG PARA KARYAWAN PERUSAHAAN SELAMA MASA KRISIS TERJADI. KEMUDIAN MENENTUKAN DAMPAK DARI KRISIS YANG TERJADI TERHADAP OPERASI BISNIS YANG BERJALAN NORMAL, DAN MENJALIN HUBUNGAN YANG BAIK DENGAN MEDIA UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI TENTANG KRISIS YANG TERJADI. SEKALIGUS MENGINFORMASIKAN KEPADA PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT TERHADAP AKSI-AKSI YANG DIAMBIL PERUSAHAAN SEHUBUNGAN DENGAN KRISIS YANG TERJADI.DALAM MENGHADAPI KRISIS DIBUTUHKAN KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF. SANG PEMIMPIN MESTI MENGETAHUI TUJUAN DAN STRATEGI YANG JELAS UNTUK MENGATASAI KRISIS. TENTU HARUS DILANDASI OLEH RASA OPTIMISME TERHADAP PENYELESAIAN KRISIS. MINTALAH DUKUNGAN DARI SEMUA ORANG, DAN TUNJUKKAN BAHWA PERUSAHAAN MAMPU MENGHADAPI KRISIS YANG TERJADI INI DENGAN BAIK. TENANGKAN HATI MEREKA. AJAKLAH SELURUH ANGGOTA ORGANISASI UNTUK TERLIBAT DALAM MENCARI DAN MENJALANI SOLUSI KRISIS YANG TELAH DISUSUN BERSAMA.
SUMBER :

TIDUR TANPA BUSANA? BERMANFAAT ?

Pernah tidur tanpa menggunakan busana? Ternyata memang karena beralasan menyehatkan jika melakukan hal yang sedikit aneh jika sebagian besar orang mendengar atau berfikir tidur tanpa busana. Berdasarkan hasil penelitian para ilmuan mengatakan bahwa tidur tanpa mengenakan busana ternyata membuat kita sehat, TAU bener tau ga, mari kita Kulik/bahas

Dapat Mencegah Perut Buncit

Tidur tanpa mengenakan busana akan membuat anda merasa nyaman dan nyenyak, sehingga tingkat hormon strees kortisol akan menurun ketika kita istirahat dan menekan rasa lapar serta energi tetap terjaga. Sebaliknya jika tidur menjadi terganggu maka hormon kortisol akan naik pada saat anda terbangun sehingga membuat anda jadi lapar dan mulai mencari makanan, akibatnya berat badan naik dan perut buncit.TAPI SAYA AJA BUNCIT, ORANG SAYA TIDUR PAKE JAS,, HAHAHAHA

Dapat Meningkatkan Percaya Diri
Rasa percaya diri kita akan meningkatkan disaat Anda tidur tanpa pakaian. Anda akan terlihat seksi dan merasakan sensasi dari kelembutan seprai dari tempat tidur Anda. Dengan tampilan seksi tersebutlah yang menambah percaya diri Anda, gimana ga PD orang pamer badan pas tidur (tapi kan ga ada yang liat) ahahha
Tidur Akan Lebih Baik

Suhu tubuh Anda akan menurun ketika mengenakan baju tidur dan selimut yang berat. Dengan tidur tanpa mengenakan pakaian akan membantu tubuh tetap dingin, karena dengan kondisi yang dingin sangat bagus untuk kesehatan tubuh kita.


Bagus Untuk Kulit dan Rambut

Tidur tanpa mengenakan pakaian juga membantu pelepasan melatonin dan hormon pertumbuhan anti penuaan kedalam tubuh Anda. Dan hormon tersebut sangat bermanfaat bagi kulit dan kesehatan rambut Anda.
Tau kenapa ? karena kalo pake baju yang bekas kemaren ntar jadi gatel2 sama rambut bau ketek kakakakakakkakaka

Tingkatkan Kehidupan Seks

Dan yang terakhir, tidur tanpa mengenakan pakaian akan meningkatkan kualitas seks, karena sentuhan kulit ke kulit dapat meningkatkan senyawa kimia pemberi efek feel-good, seperti hormon yang muncul saat kita berpelukan yaitu oksitosin, UPS, kalo yang ini sih emang ga pake busana, akakakakakakka, kalo pake ntar repon chinnnn